Blog Cinangka

Polisi Malaysia Selamatkan 21 Wanita Budak Seks Asal Uganda

Posted by Taufiq Rohman Friday, October 21, 2011
Share this Article on :



Ilustrasi Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia telah menyelamatkan 21 wanita asal Uganda yang dipaksa menjadi pelacur. Ini merupakan pertama kalinya polisi Negeri Jiran itu memberantas sindikat berskala besar yang melibatkan wanita-wanita Afrika.

Dalam statemennya, Departemen Investigasi Kriminal Federal Malaysia menyatakan, polisi membebaskan wanita-wanita itu dari empat flat di sebuah gedung apartemen di pinggiran Kuala Lumpur pada Jumat, 14 Oktober lalu.

Para wanita tersebut berumur 19 tahun hingga 42 tahun. Mereka dibujuk untuk pergi ke Malaysia dengan janji akan mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga dan pekerja hotel. Namun kenyataannya, mereka dipaksa menjadi pelacur guna menebus biaya perjalanan mereka sebesar US$ 7.000.

Dalam statemennya, disebutkan bahwa wanita-wanita itu dieksploitasi sebagai budak seks.

"Para korban diancam secara fisik dan mental jika mereka kabur dan melapor ke otoritas," demikian pernyataan Departemen Investigasi Kriminal Federal Malaysia seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (18/10/2011).

Wanita-wanita itu seluruhnya dibawa dari Uganda ke Malaysia via China. Jika mereka menolak berhubungan seks, mereka dipukuli dan diperkosa.

"Ini pertama kali kami mendapatkan warga Afrika dalam jumlah besar seperti ini," kata seorang polisi yang enggan disebutkan namanya.

Dikatakan polisi tersebut, sebelumnya memang telah ada beberapa kasus yang melibatkan pelacur Afrika namun bukan sindikat.

Kepolisian Malaysia juga telah menangkap dua wanita Uganda yang diyakini sebagai germo dan seorang pria Uganda yang merupakan pelanggan. Kepolisian saat ini masih menyelidiki berapa lama sindikat tersebut telah beroperasi di Malaysia dan apakah ada korban-korban lainnya.

Hukuman maksimum untuk perdagangan manusia di Malaysia adalah 15 tahun penjara. Di Malaysia, meski prostitusi dinyatakan ilegal namun lazim terdapat di pusat-pusat kota.

Related Post:

Post a Comment